Koran Samosir
Headlines News :

Latest Post

Pemkab Samosir gencar promosi wisata

Diposting oleh Koran Samosir on Sabtu, 05 April 2014 | 3:28 PM

Gubsu beberapa waktu lalu canangkan Visit Samosir Year 2014-2015
KORAN SAMOSIR

"Promosi Wisata Samosir untuk tahun ini akan lebih gencar dan terarah dilakukan. promosi itu akan dilakukan melalui program penayangan gambar di sejumlah lokasi strategis dan informasi mengenai potensi pariwisata Samosir, termasuk kawasan wisata Danau Toba. lokasi itu diantaranya, Bandara Kuala Namu, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Hang Nadim Batam."

Demikian dikatakan Bupati Samosir, Mangindar Simbolon Sabtu (4/4) di Pangururan. Selain itu, lanjut Mangindar, potensi pariwisata Samosir akan dipromosikan dengan menggunakan wahana televisi atau airporteve sekaligus mengintensifkan kegiatan promosi pariwisata Samosir melalui pemasangan baliho maupun spanduk di sekitar bandara tersebut.

Khusus daerah Sumut, Pemkab Samosir telah melakukan kerjasama dengan pihak-pihak lain dengan membuka samosir corner di Areal Bandara Silangit Taput.

Selanjutnya, kepada seluruh Jajaran SKPD Pemkab Samosir bersama-sama dengan masyarakat memperkokoh kebersamaan membangkitkan kembali pariwisata yang dicanangkan melalui program tahun kunjungan wisata Samosir 2014-2015 atau “Visit Samosir Year 2014-2015″.

Dewan Pers : Media Harus menghormati etika jurnalistik

Diposting oleh Koran Samosir on Kamis, 27 Maret 2014 | 11:56 AM

KORAN SAMOSIR

JAKARTA - Melihat maraknya indikasi ketidaknetralan serta ketidak profesionalan suatu media menjelang pemilu ini, Dewan Pers akhirnya angkat bicara. Ketua Dewan Pers Bagir Manan dengan tegas meminta kepada para pemilik media untuk menghormati etika jurnalistik agar terwujud pers yang sehat.

demikian dikatakan Bagir Manan saat mengikuti acara "Menakar Independensi dan Netralitas Jurnalisme dan Media Indonesia", di gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (26/3)

Beberapa partai yang memiliki media disinyalir melakukan indikasi yang tidak netral menjelang pemilu legislatif dan pemilihan presiden mendatang.

Hasil penelitian Masyarakat Peduli Media menunjukkan adanya keberpihakan media terhadap pemiliknya. Peneliti dari Masyarakat Peduli Media, Muzayin Nazaruddin, memberikan dua contoh media televisi yang berpihak ke pemiliknya, TV One milik Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dan Metro TV milik Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

TV One, kata Muzayin, lebih banyak menyiarkan Partai Golkar dan Aburizal Bakrie dibanding partai dan calon presiden lainnya.

"Demikian pula Metro TV lebih banyak menampilkan Surya Paloh dan narasumber dari Partai NasDem," ujarnya.

Keberpihakan tak hanya terjadi di televisi tapi juga media cetak. Muzayin memaparkan Rakyat Merdeka memberi porsi pemberitaan dominan bagi Dahlan Iskan, pemilik Jawa Pos Group.

"Dalam pemberitaan di Rakyat Merdeka, figur Dahlan Iskan selalu digambarkan secara positif," ucapnya.

Media Indonesia pun begitu. Media Indonesia, Muzayin menyatakan cenderung memberitakan Partai NasDem secara positif. "Jadi, Media Indonesia dan Rakyat Merdeka cenderung berpihak kepada pemiliknya," tutur Muzayin.

Media sebagai kontrol sosial seharusnya memiliki sifat yang netral dengan tidak berpihak dengan pihak-pihak tertentu, sehingga diharapkan kepada Dewan Pers sebagai wadah yang mengatur tentang media membentuk suatu regulasi yang mengatur independensi suatu media sekaligus memberikan terguran keras kepada media yang melanggar aturan tersebut.

Kejaksaan Negeri Pangururan dibentuk

Diposting oleh Koran Samosir on Rabu, 19 Maret 2014 | 6:52 PM

Kepres No.11 Tahun 2014
KORAN SAMOSIR

SAMOSIR - Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2014 tentang pembentukan Kejaksaan Negeri di 6 (enam) daerah pada hari senin (10/03) yang lalu. Keenam daerah dimaksud adalah Bungku, Pangururan, Dataran Hunipopu, Kwandang, Gunung Tua dan Morotai Selatan.

Dengan demikian, Wilayah Samosir yang sebelumnya berada dalam wilayah hukum Kejaksaan Negeri Balige telah berdiri sendiri menjadi Kejaksaan Negeri Pangururan. 

Dalam Kepres itu disebutkan, Kejaksaan Negeri Pangururan berkedudukan di Pangururan, dan daerah hukumnya meliputi wilayah Kabupaten Samosir. 

Menurut Keppres ini, perkara pidana dan perkara lainnya sebelum Keputusan Presiden ini ditetapkan telah ditangani oleh Kejaksaan Negeri sebelumnya tetapi belum dilimpahkan ke Pengadilan, dialihkan dan diselesaikan oleh Kejakaan Negeri yang ditetapkan berdasarkan Keppres No. 11/2014 ini.

“Pembiayaan yang diperlukan dalam rangka pembentukan, pembinaan, dan pelaksanaan tugas, wewenang, serta fungsi Kejaksaan Negeri Bungku, Kejaksaan Negeri Pangururan, Kejaksaan Negeri Dataran Hunipopu, Kejaksaan Negeri Kwandang, Kejaksaan Negeri Gunung Tua, dan Kejaksaan Negeri Morotai Selatan dibebankan pada anggaran Kejaksaan Negara Republik Indonesia,” bunyi Pasal 5 Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2014 itu.

Adapun penetapan tipe, tugas, wewenang, fungsi, susunan organisasi, dan tata erja akan ditetapkan oleh Jaksa Agung setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Pendayagunaan Aparatan Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). (Ingin baca Kepres tersebut, klik gambar)

Pasangan Nikmat Unggul di Pilkada Taput

Diposting oleh Koran Samosir on Jumat, 07 Maret 2014 | 6:46 PM

Koran Samosir

Perhitungan Suara pada Pilkada Taput untuk sementara waktu pasangan Nikson Nababan-Mauliate Simorangkir (NIKMAT) unggul dari rivalnya Saur Lumbantobing-Manerep Manalu (SAURMA).

Menurut informasi yang dihimpun, Jumat (7/3), pasangan NIKMAT unggul dengan perolehan suara sebayak 74.941 atau sekitar 54 persen suara. Sedangkan pasangan SAURMA memperoleh 68.360 suara atau 46 persen.

Walaupun belum ada keterangan resmi dari KPU, namun perolehan suara kedua pasangan bersaing ketat hampir di seluruh kecamatan.
Pelaksanaan Pilkada putaran kedua ini dilakukan setelah pada pemungutan suara 23 Oktober lalu tidak ada satupun pasangan calon yang meraih suara diatas 30 persen.

Gubsu Canangkan Tahun Kunjungan Wisata Samosir

Diposting oleh Koran Samosir on Sabtu, 01 Maret 2014 | 6:49 PM

Gubsu Bersama Bupati Samosir dan Staf Ahli Kemenpraf
KORAN SAMOSIR

SAMOSIR - Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho mencanangkan Tahun Kunjungan Wisata Samosir 2014-2015, JumaT (28/2). "Pencananangan Tahun Kunjungan Wisata Samosir dinilai sebagai momen yang tepat pada puncak Perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Samosir ke-10," katanya di Pangururan, Samosir.

Pencanangan Tahun Kunjungan Wisata Samosir tersebut ditandai dengan penekanan sirene dan atraksi menjatuhkan tabung berisi tulisan "Terberkatilah Samosir Negeri Indah Kepingan Surga" dari Gunung Pusuk Buhit dengan moda  paramotor- mirip paralayang dengan mesin.

Menurut dia, pencanangan diharapkan menjadi momentum kebangkitan pariwisata Samosir. Gubernur mengingatkan, ada dua  kunci sukses untuk menarik wisatawan datang ke Danau Toba dan objek wisata lainnya di Samosir yaitu pembangunan infrastruktur sosial budaya dan infrastruktur kepariwisataan.
 
Menurut Gatot, infrastruktur budaya menentukan kepuasan wisatawan. Konsep budaya  Batak "Dalian Natolu", katanya,  sebenarnya bisa dijadikan modal sosial dalam meningkatkan pelayanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba. "Semua wisatawan harus dipandang sebagai hula-hula, dan  masyarakat sebagai boru sehingga kita harus hormati, sayangi dan berikan pelayanan  terbaik," ujarnya.
 
Untuk pengembangan infrastruktur kepariwisataan, Gubernur meyakinkan bahwa Danau Toba akan ditetapkan menjadi Kawasan Strategis Nasional. Dengan penetapan itu, diharapkan kawasan Danau Toba termasuk Samosir akan masuk dalam program nasional sehingga pemerintah pusat  ikut dalam penyediaan berbagai infrastruktur kepariwisataan di daerah tersebut.
 
Danau Toba juga menjadi kandidat pemilihan Global Geopark Network oleh Unesco. "Apabila terwujud, Danau Toba bukan hanya milik Samosir, tapi juga milik dunia," ujarnya .

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu melalui rekaman videonya yang ditayangkan dalam acara itu  juga menekankan penerapan sapta pesona untuk menyukseskan tahun wisata Samosir."Mari bersama wujudkan keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan," ujar Marie.

Marie mengatakan pembangunan kawasan Danau Toba  akan menjadi prioritas karena segera ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional sehingga Pemerintah Pusat  akan memfasilitasi pengembangan Samosir. Dia berharap, langkah itu merupakan  titik awal yang baik atau  awal bangkitnya Danau Toba dan Samosir.

Bupati Samosir Mangindar Simbolon mengatakan bahwa pihaknya terus konsisten mengampanyekan peningkatan keramahan, kebersihan dan kejujuran bagi masyarakat agar Samosir menjadi daerah tujuan wisata utama di Sumut. (Rol)

KPUD Samosir Gelar Sosialisasi Pemilih

KORAN SAMOSIR

SAMOSIR - Samosir. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Samosir melakukan sosialisasi kepada Pemilih Pemula di beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, antara lain SMA Negeri 1, SMA Negeri 2 , SMA Karya Jaya, SMK HKBP dan SMA Santo Mikael di Pangururan.

Sosialiasi yang diikuti oleh ribuan siswa itu dilakukan langsung oleh seluruh Komisioner KPU Samosir, yaitu SMA Karya Jaya dengan Narasumber Ketua KPU Samosir Suhadi Situmorang, SMA Negeri 1 oleh narasumber Koordinator Divis Teknis Fernando Sitanggang , SMA Santo Mikael oleh narasumber Koordinator Divisi Sosialiasi Jonsen Situmorang dan SMA HKBP Pangururan oleh narasumber Koordinator Divisi Hukum Junedi Barus.

Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu Fernando Sitanggang yang ditemui wartawan seusai melakukan sosialisasi ditengah ribuan siswa SMA Negeri 1 Pangururan, Sabtu (22/2) menyampaikan, kegiatan itu ditujukan kepada para pemilih pemula yang sudah berusia 17 tahun atau lebih supaya dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilu 9 April 2014 nanti .

"Diperkirakan pemilih pemula berjumlah lebih kurang 40 persen dari jumlah pemilih, dan ini merupakan potensi yang sangat besar untuk suksesnya pemilu 9 April 2014, nanti yang bermuara pada meningkatnya partisipasi pemilih, khususnya di Kabupaten Samosir," ucap Fernando Sitanggang.

Selain menjadi pemilih pemula, siswa-siswa SMA ini diharapkan juga dapat menjadi narasumber dan pendorong kepada warga di lingkungannya masing-masing untuk datang memilih pada pemilu 9 April 2015. (MB)

Daftar Kelulusan Honorer K2 Pemkab Samosir

Diposting oleh Koran Samosir on Sabtu, 22 Februari 2014 | 1:05 PM

KORAN SAMOSIR


Doc by Koran Samosir

Pelantikan Rapidin Simbolon diduga akan molor

Diposting oleh Koran Samosir on Jumat, 21 Februari 2014 | 11:11 PM

KORAN SAMOSIR

SAMOSIR - Terpilihnya Rapidin Simbolon sebagai Wakil Bupati Samosir yang baru ternyata menimbulkan berbagai isu dikalangan masyarakat samosir. sebelumnya diberitakan isu money politik dikalangan DPRD Samosir yang membuat masyarakat bertanya-tanya kebenaran isu tersebut. Kini isu akan gagalnya Wakil Bupati dilantik muncul kembali ditengah-tengah masyarakat.

Persoalan akan kurangnya berkas pelantikan yang dikirim sebagai bahan pelantikan Wakil yang akan dilakukan Gubernur Sumatera Utara nantinya ternyata menimbulkan persepsi akan adanya pengunduran bahkan pembatalan pelantikan Wakil Bupati Samosir yang baru.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun 2008 tentang PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG PEMILIHAN, PENGESAHAN PENGANGKATAN, DAN PEMBERHENTIAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH pasal 131 ayat (2a) secara jelas tertulis bahwa Untuk mengisi kekosongan jabatan wakil kepala daerah yang berasal dari partai politik atau gabungan partai politik karena menggantikan kepala daerah yang meninggal dunia, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya selama 6 (enam) bulan secara terusmenerus dalam masa jabatannya dan masa jabatannya masih tersisa 18 (delapan belas) bulan atau lebih, kepala daerah mengajukan 2 (dua) orang calon wakil kepala daerah berdasarkan usul partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calonnya terpilih daerah untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD.

Kini, Rapidin Simbolon harus berjuang mendapatkan surat dukungan dari dua partai pengusung lainnya yakni PKPI dan Partai Hanura, Karena untuk PDIP sudah jelas akan mendukung. Dan pasti ini akan menjadi dilema bagi Rapidin Simbolon yang secara sah terpilih pada paripurna DPRD yang lalu karena dikawattirkan Partai Hanura dan PKPI tidak akan memberikan dukungan.

Partai Hanura yang mengusulkan nama MT Natalis Situmorang SE MSc telah lebih dahulu dicoret oleh bupati sebab Bupati berdasarkan PP No. 49 Tahun 2008 Bupati hanya dapat mengajukan 2 nama saja. Sementara Partai PKPI yang mengusung Juang Sinaga diduga akan menolak mendukung calon yang bukan usulan partainya. (red)

Keluarga Sesalkan Penangkapan yang Dilakukan Polres Samosir

Diposting oleh Koran Samosir on Kamis, 20 Februari 2014 | 7:59 PM

KORAN SAMOSIR

Medan - Petugas Satres Narkoba Polres Samosir dinilai memaksakan penangkapan dan penahanan Bukti Naibaho warga Pangururan, Kabupaten Samosir. Pasalnya, selain tanpa barang bukti dan hasil tes urin negatif, Bukti diduga ditangkap hanya atas pengakuan LN yang ditangkap Mei 2012 lalu dan kini menjalani tahanan di Rutan Samosir.

Kepada wartawan di Medan, Selasa (18/2/2013), Jon Liber Sitanggang yang merupakan ipar kandung Bukti Naibaho mengatakan, sangat menyesalkan proses yang dilakukan polisi terhadap Bukti Naibaho, apalagi dalam menetapkan status buron terhadap Bukti. Sementara lanjutnya, Bukti Naibaho selalu berada di kampung dan sering bertemu dengan anggota Sat Narkoba Polres Samosir.

"Bila LN mengaku sabu diperoleh dari Bukti Naibaho, mengapa polisi tidak memeriksa dia? Padahal keduanya pernah satu sel di Mapolres Samosir dalam kasus berbeda. Kalau dia dinyatakan buron, kenapa tidak ditangkap setelah keluar dari Rutan?," ujar Jon Liber.

Ia mengakui, Bukti ditangkap dalam kasus judi leng, pada Juli 2012 lalu. Sedang LN ditangkap dalam kasus pemilikan Narkoba jenis sabu, Mei 2012. Disebutkan, setelah beberapa minggu Bukti Naibaho ditahan, ada usaha oknum polisi menawarkan "damai", namun pihak keluarga tidak mau.

Ditegaskan, dalam waktu dekat pihak keluarga akan melaporkan dugaan ketidakprofesionalan Sat Narkoba Polres Samosir ke Bid Propam Poldasu.

Penangkapan Bukti Naibaho lanjutnya, terjadi saat ia memancing di Danau Toba, (28/1) lalu. Saat itu, Bukti sempat mempertanyakan alasan penangkapan dirinya. Namun lanjutnya, polisi langsung memaksanya naik ke sepedamotor dan diboyong ke Mapolres. Saat penangkapan jelasnya, polisi tidak ada menyita Narkoba dan test urine Bukti Naibaho dinyatakan negatif. Lalu, Naibaho baru mengetahui ditangkap atas pengakuan LN.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Narkoba Polres Samosir AKP Banuara Manurung mengatakan, penangkapan Bukti Naibaho dilakukan berdasarkan keterangan LN yang ditangkap, Mei 2012 lalu. Namun, Banuara mengakui, saat penangkapan Bukti Naibaho, tidak ditemukan barang bukti Narkoba.
"Kami memiliki bukti yang cukup untuk menahan Bukti Naibaho," kata Banuara.

Ia mengatakan, saat Leo Nababan dan Bukti Naibaho ditangkap, Mei dan Juli 2012 lalu, ia belum menjabat Kasat Narkoba Polres Samosir.

"Saya hanya meneruskan tugas pejabat terdahulu. Yang jelas, anggota tidak pernah melakukan pendekatan dengan keluarga tersangka agar diajukan penangguhan. Kasus Narkoba merupakan atensi yang tidak boleh diberi penangguhan," tegasnya. (Sib)

IKUTI KAMI DI FB

 
Support : Copyright © 2011. Koran Samosir - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger