Koran Samosir
Headlines News :

Latest Post

SP, Mantan Kadis PU Samosir divonis 1 Tahun 4 Bulan

Diposting oleh Koran Samosir on Senin, 29 September 2014 | 5:00 PM

KORAN SAMOSIR

MEDAN - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan menggelar sidang putusan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Jalan Simpang Polma-Salaon Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, di ruang Cakra VII Senin (29/9/2014).

Kasus ini menyeret mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Samosir Subandrio Parhusip dan Direktur PT Pusuk Buhit Lestari (PBL) Berman Sitanggang sebagai pihak rekanan dalam proyek tersebut.

"Dengan ini menjatuhkan hukuman penjara kepada terdakwa Subandrio Parhusip selama 1 tahun empat bulan dan denda sebesar Rp 50 juta. Dengan ketentuan apabila denda tak dibayarkan akan diganti dengan kurangan selama satu bulan," ujar majelis hakim yang diketuai oleh SB Hutagalung.

Selain hukuman tersebut terdakwa juga masih dibebankan uang pengganti sebesar Rp 10 juta. Dengan ketentuan apabila uang pengganti tidak dibayarkan dalam waktu satu bulan akan diganti dengan hukuman kurungan paling lama satu tahun.

Terdakwa Subandrio dikenakan Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang tindak pidana korupsi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joshua Ginting mengatakan bahwa ada kekurangan fisik dalam proyek tersebut. Sehingga hasil pekerjaan proyek tidak sesuai dengan kontrak.

"Kami menilai bahwa pengerjaan proyek ini belum mencapai seratus persen. Mungkin masih mencapai tujuh puluh persen. Kami menilai masih ada yang belum selesai di beberapa titik. Ini sesuai dengan hasil temuan yang ada di lapangan karena adanya ketidaksesuaian volume proyek tersebut," bebernya.

Sidang Anggota DPRD Samosir Terkait Judi Ditunda

Diposting oleh Koran Samosir on Sabtu, 27 September 2014 | 8:09 PM

Ilustrasi
KORAN SAMOSIR

BALIGE | Majelis hakim dipimpin T Marbun SH menunda sidang pembacaan tuntutan pada tiga dari empat penjudi di ruang Komisi I DPRD Samosir, Kamias (25/9/2014). Penundaaan pembacaan tuntutan oleh jaksa Nikson Lubis SH terhadap Beston Sinaga Cs, karena tiga teman Beston sesama penjudi tidak hadir ke persidangan.

"Sidang dinyatakan ditunda sampai tanggl 9 Oktober 2014" kata hakim T Marbun, mengetuk palu di ruang sidang.

Sebagaimana diwartakan, sebelumnya petugas Polres Samosir memaparkan kalau empat anggota DPRD Samosir ditangkap saat berjudi, Rabu (4/6) petang sekitar pukul 15.30 WIB. Beston Cs melakukan aktivitas melanggar hukum itu di dalam gedung dewan setempat, tepatnya di ruang Komisi I.

Keempat anggota DPRD Samosir yang ditangkap masing-masing Tahi Sitanggang (59), Jogar Simbolon (42), Tuaman Sagala (57) dan Beston Sinaga (50). Tahi Sitanggang merupakan politisi dari Partai Patriot, Tuaman Sagala dari PPIB, Jogar Simbolon dari Partai Hanura, sedangkan Beston Sinaga dari PDS dan kini ditampung PKPI Medan. Sementara Jogar dan Tuaman tak lagi terpilih jadi anggota dewan 2014-2019, sementara Beston Sinaga dilantik di DPRD Medan untuk masa jabatan 2014-2019.

Yang menarik, dalam persidangan di depan majelis hakim dipimpin T Marbun SH di pengadilan negeri (PN) Balige, Selasa pekan lalu, Beston yang kini kembali jadi anggota DPRD, justru terkesan diselamatkan pihak Polres Samosir dari jeratan pidana. Ini terbukti dengan tak pernah ditahannya keempat penjudi dan dinyatakan kalau Beston hanya sebagai saksi. Sementara masyarakat Samosir mengetahui kalau otak permainan judi dan diduga sambil ngisap sabu-sabu di kantor DPRD Samosir itu adalah Beston.

“Sudah puluhan penjudi ditangkap dan dilepas setelah memberi uang ke pihak Polres, di Samosir ini. Termasuk diduga keempat anggota dewan yakni Beston Cs,” kata warga, mengesalkan tindakan tangkap lepas pelaku kejahatan di Polres dikomando AKBP Andry Setiawan. (Karyanews)

DRAGON BOAT SAMOSIR JUARA DI THAILAND

Diposting oleh Koran Samosir on Jumat, 26 September 2014 | 11:06 PM

KORAN SAMOSIR

Tim Dayung Samosir, Sumatera Utara, wakil Indonesia berhasil menjadi juara pada Kejuaraan Perahu Naga (Dragon Boat) Piala Raja Thailand di Sungai Bang Nara, Provinsi Narathiwat, Kamis (25/9).

Pada pertandingan final, tim yang ditangani Pelatih Gusar Sitanggang dan Pelatih Fisik Bresman Simbolon (Kabid Olahraga) itu berhasil menaklukkan Tim Taba, Thailand dalam dua putaran. Pada putaran pertama, Samosir mencatat waktu 1 menit 17 detik, lebih baik dari Taba yang menorehkan waktu 1 menit 19 detik.

Race kedua juga dimenangkan tim Samosir Indonesia dengan waktu 1 menit 15 detik. Beda satu detik dengan tim Taba yang mencatat waktu 1 menit 16 detik. Posisi ketiga diraih tim Dragon Boat Polisi Diraja Malaysia yang juga sukses mengalahkan tim tuan rumah.

Pimpinan rombongan tim Sumut Mazrinal SE MAP bersama Wakil Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM serta Kadis Tenaga Kerja, Pemuda dan Olahraga Samosir Drs Kampu Manik menyambut kemenangan ini dengan sukacita.

"Dari lima kali keikutsertaan Sumatera Utara di even ini, baru kali ini Indonesia berhasil menjadi juara," ungkap Mazrinal seraya menyebut kemenangan ini sesuai harapan Kadisporasu H Baharuddin Siagian SH MSi dan Gubsu Gatot Pudjo Nugroho.

Sukses ini terasa spesial karena mengalahkan juara bertahan. "Sejak mengalahkan tim Polisi Diraja Malaysia di pertandingan pertama, memang kami diprediksi jadi juara. Dan hasilnya memang sesuai prediksi," tegas Mazrinal didampingi Ketua KONI Samosir Dinar Simbolon. Wakil Bupati Samosir Rapidin Simbolon bangga dengan semangat putra daerah Samosir yang tampil penuh semangat membawa nama Indonesia di Thailand.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Gubsu Gatot Pudjo Nugroho yang mempercayakan Samosir sebagai tuan rumah. "Kami merasa terhomat di Thailand apalagi yang menyerahkan Piala langsung Raja Thailand," tuturnya.

"Kami juga memiliki banyak ide dari kedatangan kami ke Thailand. Kami akan membuat even internasional dan membenahi sarana yang ada," ujar Rapidin Simbolon. Sejak proses seleksi, Agustus lalu, tim yang terpilih terus berlatih maksimal. Menurut Pelatih Gusar Sitanggang, timnya biasa dilatih mengayuh perahu sejauh 1 kilometer dengan kecepatan tinggi. Selama sebulan penuh latihan keras terbayarkan.

"Kami bersyukur atas kemenangan ini," ujar Sitanggang yang saat jadi atlet pada tahun 1980-an, pernah membawa tim Samosir juara di Penang.

Strategi yang ia terapkan berjaklan baik karena semua anggota tim sudah saling memahami. "Tim kita sudah lama. Dan tahun ini kami terus jadi juara dari mulai even di Sibolga hingga Festival Danau Toba (FDT) di Balige," tuturnya.

FLORENCE SIHOMBING DITAHAN, TERLALU BERLEBIHAN

Diposting oleh Koran Samosir on Minggu, 31 Agustus 2014 | 3:41 PM

Permohonan Maaf Florence Sihombing
KORAN SAMOSIR

Panahanan yang dilakukan kepada Florence Sihombing akhirnya menuai kritikan dari berbagai kalangan. Penahanan yang dilakukan Pihak Kepolisian atas pengaduan LSM Jatisura dinilai sangat berlebihan dan memalukan.

Psikolog Tika Bisono menganggap penahanan Florence berlebihan dan tak mengandung nilai pedagogi. "Kok, perlakuannya seperti kepada maling," kata Tika

Tika menyarankan agar Florence diberikan sanksi sosial. Contohnya, ujar dia, Florence disuruh memberikan pelayanan sosial ke panti asuhan, panti jompo, atau lingkungan kampusnya. "Dikasih absensi juga untuk melihat bagaimana niatnya untuk berubah."

Tika juga menyesalkan adanya pengusiran kepada Florence. Menurut dia, justru tantangan bagi kota pendidikan seperti Yogya untuk memberikan edukasi kepada semua masyarakatnya, termasuk Florence. "Florence seharusnya dirangkul lalu digembleng supaya membaik. Itu baru namanya pendidikan," tuturnya.
 
selain Tika, Budayawan Butet Kartaredjasa jua bereaksi keras atas penahanan Florence. Butet bahkan berkirim pesan kepada Kepala Polda DIY Brigadir Jenderal Oerip Soebagyo untuk membebaskan Florence. "Penahanan ini kontraproduktif, mencoreng citra kepolisian dan kearifan masyarakat Yogya," katanya di jejaring sosial. Oerip pun membalas pesan Butet, "Saya memahami berbagai reaksi yang beragam tentang permasalahan ini."

Ketua AJI Yogyakarta Hendrawan Setiawan menilai Florence telah mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat, antara lain dengan pernyataan balasan yang bersifat menghujat dan mengancam melalui media sosial ataupun telepon seluler. "Florence sudah mendapatkan sanksi sosial atas tindakannya. Kasusnya tak perlu sampai ke ranah hukum," ujar Hendrawan

Penggunaan pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk menjerat Florence, menurut dia, justru menegaskan upaya pemberangusan kebebasan berpendapat dan berekspresi. Pelaporan ke polisi, tutur Hendrawan, bisa mengancam siapa pun yang melontarkan kritikan melalui media sosial.

"Pihak-pihak yang melaporkan ke polisi tidak sadar kalau pasal-pasal itu justru memberi kesempatan negara untuk memberangus diri sendiri," kata Hendrawan.

Koordinator Masyarakat Anti-Kekerasan Yogyakarta (Makaryo), Beny Susanto, menambahkan, meskipun proses hukum harus dihormati, dia meminta polisi agar tidak bersikap diskriminatif lantaran Florence juga menerima hujatan balik dan ancaman. 

"Bagaimana dengan orang-orang yang menghujat balik melalui media sosial? Semestinya, polisi juga menindaknya. Jadi, polisi harus proporsional, tidak diskriminatif," kata Beny.

Dia juga berharap kasus tersebut tidak melebar pada bentuk-bentuk tindak kekerasan yang mengarah pada intoleransi dan kekerasan fisik. Mengingat Florence adalah pendatang di Yogyakarta. Selain itu, Florence juga mengaku telah menerima ancaman akan dibunuh dan diperkosa.

SANGAT TIDAK MASUK AKAL

Penahanan yang dilakukan Pihak Kepolisian sangat diskriminatif, hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan kasus-kasus serupa dengan para pemegang jabatan penting di Negara ini. Belum lama ini masih sangat segar diingatan ketika seorang Politikus PKS melontarkan kata "sinting" di akun twitternya, namun tidak diproses sama sekali. belum lagi tuduhan PKI yang merujuk pada Calon Presideng terpilih Jokowi yang dilontarkan di berbagai media seperti media sosial.

Seharusnya Polisi juga melakukan pengusutan terhadap semua kasus tersebut. Polisi juga selalu beralasan terhadap adanya laporan. Alasan karena laporan mengindikasikan Institusi ini benar-benar telah "lumpuh" seolah polisi tidak mampu "mencium" aroma kejahatan.

Pihak LSM Jatisura yang telah membuat laporan juga dinilai sangat memalukan, bagaimana tidak, jika karena persoalan ini LSM Jatisura sok angkat bicara, lalu kapan Jatisura angkat bicara soal teroris dan penghinaan terhadap kaum-kaum minoritas?? belum lagi persoalan ISIS yang telah merambat ke wilayah Indonesia ini. untuk itu Jatisura juga perlu dikoreksi tentang visi dan misi LSM tersebut.

Pihak Prabowo tuntut Pemungutan Suara Ulang

Diposting oleh Koran Samosir on Rabu, 23 Juli 2014 | 4:57 PM

KORAN SAMOSIR

Juru Bicara Tim Perjuangan Koalisi Merah Putih Tantowi Yahya menyatakan pihaknya akan menuntut KPU melakukan Pemungutan Suara Ulang di 52.000 TPS yang tersebar di seluruh Indonesia. 

dirinya menyebutkan, tim relawan mendapati kecurangan di 52.000 TPS di seluruh Indonesia. Salah satu kasusnya, jumlah surat suara tidak sama dengan jumlah pemilih yang mencoblos dan ada beberapa TPS pasangan nomor urut satu tidak meraih suara atau kosong sama sekali.

"Jadi, ada enam motif yang kami dapatkan, hasilnya itu kurang lebih 21 juta suara. Kami menuntut KPU melakukan PSU (Pemungutan Suara Ulang)," katanya.

Bahkan Tantoni menuduh Pihak Bawaslu dan KPU tidak pernah melakukan/ melaksanakan rekomendasi yang dikeluarkan pihaknya. 

Jokowi - JK telah ditetapkan KPU secara resmi sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2014-2019 dan telah dituangkan dalam Keputusan KPU Nomor 536/KPTS/KPU/2014.

Besok, Listrik di Samosir Padam selama satu hari

Koran Samosir

Samosir - Menurut informasi dari Pihak PT. PLN (Persero) Rayon Pangururan, Besok, Kamis (24/7) akan dilakukan Pemadaman selama satu hari terhitung mulai pukul 09.00 Wib hingga pukul 17.00 Wib.

Informasi Pemadaman tersebut juga telah dituangkan dalam surat resmi PLN rayon Pangururan dengan nomor 0101/160/PRG/2014 dan ditandatangani langsung Manajer PT. PLN Rayon Pangururan Ringkas M. Sitompul.

Dalam surat dijelaskan, bahwa pemadaman dilakukan sebagai bentuk penyelesaian perbaikan tower listrik yang belum lama ini tumbang akibat terpaan angin putting beliung di wilayah tele.

Sehingga akan dilakukan pemindahan kawat HUTM 20 kV dari tiang sementara ke tower listrik yang telah diperbaiki tersebut. Sementara itu, Ringkas M. Sitompul selaku Manajer PT. PLN Rayon Pangururan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga atas ketidaknyamanan warga akibat dari pemadaman tersebut.

Kapolri diminta Audit Kinerja Kapolres Samosir

Diposting oleh Koran Samosir on Sabtu, 19 Juli 2014 | 2:39 PM

Kapolres Samosir AKBP Andre Setiawan
KORAN SAMOSIR

SAMOSIR - Berbagai kejanggalan yang terjadi di instansi Polres Samosir kini menuai kritik dari berbagai pihak. Isu tangkap lepas anggota DPRD  Samosir yang tertangkap saat bermain judi di Kantror DPRD samosir belum lama ini terus bergulir deras bagi air terjun sigura-gura.

Menurut sumber terpercaya yang tidak ingin disebutkan namanya, kepada Koran Samosir membeberkan beberapa hal kejanggalan di Instansi tersebut, diantaranya adalah isu panas gaya "86" yang terjadi di hampir setiap penangkapan.

"semuanya terjadi begitu saja, setiap pelaku kejahatan sepertinya sangat gampang bebas dari jeratan hukum. setelah ditangkap langsung dilepas tanpa diproses terlebih dahulu" bebernya.

Kejadian tangkap lepas anggota DPRD samosir belum lama ini juga menurutnya kembali terjadi, beberapa pemain judi dan seorang oknum polisi juga dikabarkan tertangkap selasa malam (15/7) di Desa Harian Kecamatan Onan Runggu Samosir.

hal itu terbukti, beberapa orang yang tertangkap sampai saat ini masih bebas berkeliaran, bahkan oknum polisi tersebut juga belum diproses hingga saat ini.

Masih menurut sumber, dari kejadian-kejadian tersebut diharapkan pimpinan tertinggi POLRI dalam hal ini Kapolri untuk segera melakukan investigasi atau mengaudit Kinerja Kapolres Samosir. "Ini berbahaya bagi generasi muda, mohon kepada Kapolri untuk segera bertindak" harap sumber yang juga tokoh masyarakat samosir.

Gunung Sinabung kembali Muntah, Warga enggan pulang ke rumah

Diposting oleh Koran Samosir on Senin, 14 Juli 2014 | 4:59 PM

Gunung Sinabung kembali Muntah, Warga enggan pulang ke rumah
Samosir - Seorang pejabat yang memantau Gunung Sinabung di Kabupaten Karo mengatakan aliran lava cair dari kawah telah meningkat menyusul letusan yang terjadi selama akhir pekan.

Gunung ini meletus lagi pada Sabtu pukul 11:05, hempasan awan abu panas yang menyebar sejauh 4 kilometer.

Awan abu panas mempengaruhi daerah pemukiman Suka Meriah, Sukanalu dan Sei Bekerah. Untungnya, warga sudah lama diungsikan dari tiga desa dan tidak ada laporan tentang korban.

Deri Hidayat, seorang tokoh masyarakat, mengatakan letusan itu begitu kuat sehingga abu vulkanik telah mencapai kota Berastagi, pusat pariwisata Kabupaten Karo. "Abu vulkanik terbawa angin ke timur selama 10 kilometer hingga kota Berastagi," katanya

Dia mengatakan aktivitas Sinabung lebih tinggi dari biasanya setelah letusan. Indikasi aktivitas yang lebih tinggi bisa dilihat pada jumlah peningkatan tremor di daerah.

"Getaran mendorong lava ke puncak (kawah), menyebabkan intensitas yang lebih tinggi dari lava cair," kata Deri, menambahkan bahwa telah tercatat 17 aliran lava mulai 06:00 hingga 12:00

Dirinya mengakui tidak dapat memprediksi apakah akan terjadi letusan susulan, tapi ia menegaskan Sinabung masih dalam keadaan waspada.

Gunung ini terakhir meletus pada 30 Juni. Ini letusan terbaru tidak mempengaruhi pengungsi di tempat penampungan. Namun, letusan lain pada September 2013 menewaskan 14 warga dan melukai banyak lainnya.

Letusan itu, dianggap sebagai letusan terpanjang dan terlama, lebih dari 10.000 pengungsi yang terkena dampak selama lebih dari 10 bulan. Jumlah pengungsi sudah mencapai 14.130 orang, atau 4.392 keluarga.

Sebanyak 10.447 orang, atau 3.143 keluarga, ditempatkan di 23 tempat penampungan evakuasi, sedangkan sisanya tinggal di rumah kontrakan yang disediakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, banyak pengungsi yang masih enggan untuk kembali ke desa mereka karena rumah mereka telah rusak. Dia mengatakan para pengungsi akan bersedia untuk kembali setelah atap rumah mereka kembali diperbaiki.

Sutopo mengatakan pemerintah perlu setidaknya 230.000 lembar seng aluminium untuk memperbaiki atap pengungsi '.

"BNPB telah mengirimkan 100.000 lembar seng aluminium senilai Rp 9 miliar. Sisanya 130.000 lembar seng aluminium [senilai Rp 13 miliar] akan didanai oleh Kabupaten Karo dan anggaran kota Sumatera Utara, "katanya.

Sayangnya, kata dia, peraturan tentang anggaran kota di kedua administrasi belum dibahas.

Sutopo mengatakan kepala BNPB Syamsul Maarif telah memerintahkan kedua administrasi untuk cepat merespon untuk mengurus kebutuhan pengungsi.

Dia mengatakan bahwa pada tanggal 25 Mei, BNPB telah ditunjuk sebagai penanggung jawab penanganan pengungsi Sinabung kepada pemerintah provinsi dan kabupaten.

Jokowi Presiden RI ke 7 versi Quick Count

Diposting oleh Koran Samosir on Rabu, 09 Juli 2014 | 8:49 PM

Jokowi bersama Isteri Usai mencoblos di TPS

Koran Samosir

Samosir - Perhitungan Cepat atau Quick Count yang dilakukan beberapa lembaga yang sudah teruji kemampuannya menunjukkan bahwa Pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla mengungguli rivalnya Prabowo - Hatta dengan skor sekitar 52% : 47%.

Beberapa Lembaga Survey yang tidak diragukan lagi, seperti Lingkaran Survey Indonesia (LSI), SMRC, Indikator Politik, Litbang Kompas dan Survey RRI (Radio Republik Indonesia) menunjukkan angka yang tidak jauh beda dengan angka di atas.

Uniknya, pilpres saat ini sepertinya pertaruhan antar beberapa media yang mendukung calonnya masing-masing. Bahkan Pihak Prabowo sendiri mengklaim dirinya bersama pasangannya memenangkan pilpres dengan hitung cepat versi koalisi merah putih. Tapi salah satu lembaga survey yang diklaim pihak prabowo yakni LSN membatah pernyataan Mahfud MD, Ketua Tim Suskses Koalisi Merah Putih yang menyebut LSN merupakan lembaga survei kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Untuk media yang menyatakan Prabowo - Hatta unggul adalah, TV One, MNC Group. Sementara media televisi yang menyatakan Jokowi unggul adalah, Trans 7, Trans TV, Metro TV, Indosiar, TV-R, dan SCTV.

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengumumkan pada hari Rabu bahwa berdasarkan quick count nya, Jokowi telah memenangkan pemilihan presiden dengan perolehan 52,8 persen suara.

"Kami telah mengambil sampel dari 4.000 TPS dengan Margin of error dari penghitungan cepat adalah 0,68 persen.. Data perhitungan yang kita terima adalah 81,3 persen. Tidak mungkin lagi Prabowo Subianto bisa mengejar," kata Djayadi Hanan dalam konferensi pers.

"The SMRC demikian menyatakan Jokowi-Jusuf Kalla memenangkan pemilu dengan 52,8 persen suara, sementara Prabowo-Hatta Rajasa memperoleh 47,2 persen," katanya.

Berdasarkan hasil setelah pemilihan legislatif 9 April, penghitungan cepat yang SMRC, bersama dengan orang-orang oleh harian Kompas, Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) dan Cyrus Network, terbukti akurat.

Secara terpisah, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada semua warga negara Indonesia yang memilih dirinya dan Jusuf Kalla saat konferensi pers di Kebagusan, Jakarta Selatan.

"Saya berterima kasih kepada setiap warga negara dari Sabang sampai Merauke yang memilih kita dan telah percaya pada kami. Saya juga berterima kasih PDI-P, NasDem, PKB, Hanura dan PKPI atas dukungan tanpa henti mereka kepada kami selama kampanye, "kata Jokowi.

IKUTI KAMI DI FB

 
Support : Copyright © 2011. Koran Samosir - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger