» » » Kesurupan Pelajar SMA N 1 Pangururan, Paranormalpun dikerahkan

Koran Samosir,

Kesurupan Para Pelajar SMA Negeri 1 Pangururan baru-baru ini ternyata menjadi pembahasan yang menarik di Samosir, terlebih di daerah Kota Pangururan. bahkan untuk meredam geliat para roh halus yang bergentanyangan yang membuat para pelajar menjadi kesurupan, Pihak-Pihak terkait yang merasa dirugikan melakukan usaha untuk mengatasi hal tersebut. seperti kemarin Kamis (3/11), acara ritualpun dilakukan demi untuk menenangkan roh para kesembilan siswa korban yang tewas terbakar pada senin (10/10) kemarin.

Saat acara ritual berlangsung di lokasi SMA tersebut yang dilakukan Prof DR Morden Sori Mangaraja Sitanggang, tiba-tiba salahseorang siswa, Roberto Sihotang (16) kesurupan. Tubuhnya kejang-kejang dengan sorotan mata yang tajam menatap langit-langit ruangan sekolah. Sehingga para guru dan siswa yang mengikuti jalannya acara ritual terlihat panik dan bingung.

melihat hal tersebut Paranormal itupun langsung memberikan obat penawar yang dicampur dengan telur ayam kampung kepada siswa itu. Tidak berapa lama, akhirnya Roberto Sihotang siuman dan kembali normal seperti sedia kala.

Suci br Sitanggang (16) salahseorang siswi yang kesurupan beberapa hari lalu turut mengikuti jalannya acara ritual yang didampingi kedua orangtuanya. Pada kesempatan itu Suci menerangkan masalah yang dihadapinya bahwa ia kerab didatangi arwah kesembilan temannya yang merupakan korban  tewas kebakaran. Ibu Suci, B br Situmorang (41) juga menerangkan bahwa anaknya selalu didatangi arwah tersebut. Ayahnya, G Sitanggang juga mengatakan hal serupa. Dikatakanya, bahwa saat jam sekolah sekira pukul 08.30 WIB, putrinya juga masih tetap kesurupan.

“Oppung, bohado doi torus do ro halak i mamereng au (Kakek bagaimana itu terusnya mereka datangi aku, red),” ujar Suci kepada Prof DR Sori Mangaraja Sitanggang. “Dang pola masalah i boru (tidak masalah itu anakku, red). Setelah kamu minum obat ini, mereka (arwah, red) itu tidak akan datang lagi. Yang penting sekarang, setelah kita letakkan sajeanya ini, mereka itu akan tenang dan tidak mengganggu lagi. Kita bukan mengusir, namun menenangkan mereka supaya kembali ke alamnya sana,” ujar Prof DR Sori Mangaraja Sitanggang.

Adapun sesajen yang telah dipersiapkan ke lokasi tempat rumah terbakar yaitu 10 butir telur ayam kampung beserta obat penawar dari racikan ramuan obat tradisional nenek moyang. Setelah diaduk ramuan dengan air mineral, lalu dipercikan keseluruh penjuru tersebut. Setelah sampai di lokasi rumah yang terbakar, tepatnya rumah Masnidar br Sinaga, pemilik rumah kos, sembilan butir telur ayam kampung itu diletakkan disatu tempat, sementara satu butir lagi diletakkan berjarak kira-kira 30 cm lokasi yang sama. Setelah selesai dari lokasi rumah yang terbakar, barulah keseluruh lokasi sekolah yang dianggap penting.

Prof DR Sori Mangaraja Sitanggang sang paranormal kemudian menjelaskan kepada media ini bahwa ritual tersebut adalah merupakan suatu budaya bagi Bangso Batak atau adat istiadat yang tidak bisa ditinggalkan, apalagi Pangururan ini dekat degan Dolok Natimbo (gunung Pusuk buhit, red). Yang intinya Samosir harus menjadi kabupaten yang berbudaya. “Yang kita percayai asal muasal Bangso Batak, kalau bukan kita, siapa lagi yang meneruskan. Sebagai orang batak (bangso batak) harus menghargai budayanya dan tradisi nenek moyang kita dulu. Karena antara budaya dan agama harus sejalan dan tidak boleh dipisahkan.

Tentang Wartawan Samosir

Koran Samosir meyajikan berita aktual dan terkini dari Samosir dan sekitarnya yang diolah oleh putra-putri Samosir. Media Ini bermotto "Informasi Milik Bersama"
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
Comments
2 Comments

2 komentar:

  1. Vernanda Situmorang23 November 2011 14.11

    roh kesembilan orang korban kebakaran bulan oktober kemarin itu emang perlu kita doakan...tapi ada hal yang menggelitik disini,karena seolah2 anak SMA 1 yang kesurupan itu disebabkan oleh roh2 korban kebakaran tersebut, betapa menyedihkan. padhal sudah ada hasil riset ilmiah yang menyebutkan bhw kesurupan disebabkan oleh kondisi phisikis seseorang yang labil, dll. so, janganlah mengambinghitamkan org yg sdh meninggal, kasihan keluarga yg ditinggal, blm sembuh sedihnya krn ditinggal anak eh ditambah lagi beban sosial seperti ini...hmmmm

    BalasHapus